ANALISA LEKSIKAL

0
  • Kamis, 25 April 2013

  • ANALISA LEKSIKAL
    • Array Bilangan Prima



    Jika bilangan prima :

    Jika bukan bilangan prima :

    Analisa nya :
    Variable a, b, I sebagai integer (bil.bulat). Write “input nilai:” dan read variable a, b = 0. Untuk i = 1 to a lalu jika (a mod i = 0) maka b = b+1 selesai,  lalu jika b = 2 maka var “a” ditulis. “bilangan prima” selain itu var “a” ditulis “bukan bilangan prima”.

    Kesimpulan :
    Program ini berfungsi jika di input nilai bilangan prima maka akan keluar tulisan (“a, bilangan prima”) dan jika tidak maka akan keluar tulisan (“a, bukan bilangan prima”). A adalah sebagai variable berjenis integer atau bilangan bulat. Bilangan prima di dapat karena hasil dari a mod 1 = 0. Jadi program array ini berfungsi agar bisa membandingkan antara bilangan prima atau bukan bilangan primanya.

    • Array Bilangan Prima dengan Patokan


    Output nya :

    Analisa nya :
    Variable array bilangan prima antara 1 – 200 sebagai integer (bilanganbulat). I, j, bil, nilai sebagai integer (bil. bulat). Write dan input nilai setelah itu read. Untuk i = 2 sampai nilai lalu I dianggap sebagai array Prima. Untuk j = 2 sampai I – 1 lalu bil = I mod j dan jika bil = 0 maka array Prima = “0” selesai. Jika array prima tidak kurang (<>) 0 maka akan tercetak dan selesai.

    Kesimpulan :
    Disini mencari array bilangan prima tetapi memakai patokan jadi jika missal diinput angka 10, pertama dia akan proses angka 1- 10 lalu dari angka itu akan di akumulasi mana yang termasuk prima dan mana yang bukan.

    • Array Nilai Konstan


    Hasil nya :

    Analisa nya :
    Array [1 - 4] sebagai integer = (7,10,21,20). Variable I sebagai integer (bilangan bulat). Untuk i = 1 sampai 4 lalu tercetak “Nilai” dan Array ke [1 – 4] = (7, 10, 21, 20).

    Kesimpulan :
    Program diatas adalah program Array sederhana, jadi semua sudah di setting jadi yang keluar pasti akan keluar 4 input yaitu nilai constant ke – n = hasil dari (7, 10, 21 dan 20). Jadi program array ini sudah kita atur agar hasilnya sesuai karena ada kondisi for juga yang membuat inputnya sesuai dengan “n” nya.



    SILOGISME

    0
  • Senin, 15 April 2013
  • Tugas Softskill


    Silogisme

    Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

    • Silogisme Alternatif
    Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.

    Contoh :
    Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
    Nenek Sumi berada di Bandung.
    Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.



    • Silogisme Kategorial
    Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

    Contoh:
    Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor) 
    Akasia adalah tumbuhan (premis minor). 
    Akasia membutuhkan air (Konklusi) .

    Semua hewan buas tinggal dihutan
    Singa adalah hewan buas
    Singa tinggal dihutan

    • Silogisme Hipotesis
    Silogisme hipotetis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotetis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris.

    Contoh :
    Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek.
    Hari ini cerah.
    Maka saya akan kerumah kakek.

    Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
    Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
    Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
    Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent

    • Entimen
    Di atas telah disinggung bahwa silogisme jarang sekali ditemukan di dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam tulisan pun, bentuk itu hampir tidak pernah digunakan. Bentuk yang biasa ditemukan dan dipakai ialah bentuk entimem. Entimem ini pada dasarnya adalah silogisme. Tetapi, di dalam entimem salah satu premisnya dihilangkan/tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

    Contoh :
    Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.

    Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.