Tugas Bahasa Indonesia 2 (Surat Menyurat)

0
  • Senin, 24 Juni 2013
  • NAMA  : MOHAMAD FARIZ DWI ADIDANA
    NPM      : 14110475
    KELAS  : 3KA28

    A. PENGERTIAN / DEFINISI SURAT

    SURAT adalah Sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Informasi itu dapat berupa :
    - pemberitahuan
    - pernyataan
    - perintah
    - permintaan / permohonan
    - laporan

    B. FUNGSI SURAT

    1. Sebagai sarana komunikasi.
    2. Sebagai alat untuk menyampaikan pemberitahuan / permintaan atau permohonan, buah pikiran.
    3. Sebagai alat bukti tertulis.
    4. Sebagai alat untuk mengingat.
    5. Sebagai bukti historis.
    6. Sebagai pedoman kerja.

    C. SYARAT SYARAT SURAT YANG BAIK

    Bahasa surat yang baik harus memenuhi ketentuan berikut.

    1. Bahasa yang digunakan benar/baku sesuai dengan kaidah, baik tentang ejaan, pemilihan kata, bentuk kata, maupun kalimatnya. Bahasa surat harus logis, wajar, hemat, cermat, sopan, dan menarik.
    2. Isi surat dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. penulisan yang benar.
    3. Disusun dengan teknik penyusunan surat yang benar.
    4. Bahasa baku, bahasa yang diakui benar menurut kaidah yang sudah dilazimkan. Penggunaan bahasa baku dapat membawa wibawa seseorang dan dipandang sebagai lambang status sosial yang tinggi.
    5. Bahasa efektif, bahasa yang secara tepat dapat mencapai sasarannya. Ciribahasa efektif adalah sederhana/wajar, ringkas, jelas, sopan, dan menarik.


    D. BAHASA SURAT

    Agar dapat dimengerti maksud dan tujuan surat secara jelas, harus disusun menggunakan bahasa yang relatif singkat. Sebelum menulis surat hendaknya dipertimbangkan sebaik mungkin, baik penyusunan kalimat, arti maupun ketepatan penggunaan kata-kata.
    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan bahasa surat adalah sebagai berikut:
    1. Hindari kalimat yang berbelit-belit
    2. Gunakan kata-kata dan istilah yang sudah lazim digunakan
    3. Tempatkan tanda baca dengan tepat
    4. Gunakan ejaan yang benar
    5. Gunakan singkatan yang umum dipakai

    E. BAGIAN BAGIAN SURAT

    •            Bagian-bagian surat pribadi :
                              …………………..….1
      …….…..2
      …….......3
     …………….……………….4
     ………………….………….5
     …………………….……….6
                                              …………….7
                                              …………….8
                                              …………….9
    1. Tempat, tanggal,bulan,tahun penulisan surat
    2. Alamat surat                          
    3. Salam pembuka
    4. Kalimat pembuka
    5. Isi surat                    
    6. Kalimat penutup
    7. Salam Penutup
    8. Tanda tangan
    9. Nama pengirim

    • Bagian-bagian surat dinas   
                                             
    1. Kepala surat                                          
    2. No,Lampiran ,Perihal
    3. Tanggal,bulan,tahun penulisan surat
    4. Alamat surat
    5. Salam pembuka                  
    6. Kalimat pembuka
    7. Isi surat
    8. Kalimat penutup                
    9. Salam penutup                        
    10. Tanda tangan
    11. Nama pengirim

    Kerangka isi surat :

    1. Paragraf pembuka
    2. Paragraf isi
    3. Paragraf penutup


    F. JENIS SURAT

    Dilihat dari segi bentuk, isi, dan bahasanya, surat digolongkan atas 3 jenis, yaitu :

    1. Surat Pribadi
    Surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi.
    Komunikasi antara anak dan orang tua, antarkerabat, antarsejawat, dan antarteman.
    Digunakan kartu pos, warkat pos, atau surat bersampul.

    2. Surat Dinas
    Segala komunikasi tertulis yang menyangkut kepentingan tugas dan kegiatan dinas instansi.
    Salah satu alat komunikasi kedinasan yang sangat penting dalam pengelolaan administrasi, seperti penyampaian berita tertulis yang berisi pemberitahuan, penjelasan, permintaan, pernyataan pendapat dari instansi kepada instansi lain dan dari instansi kepada perseorangan atau sebaliknya.

    3. Surat Niaga
    Surat yang dipergunakan orang atau badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha niaga, seperti     perdagangan, perindustrian, dan usaha jasa.
       
    Macam-macam surat niaga :

    a) surat penawaran                      
    b) surat pengaduan
    c) surat pesanan
    d) surat pengiriman
    e) surat pembayaran barang
    f) surat penagihan, dan sebagainya.

    G. CONTOH SURAT

    - Surat Pribadi

    Ambon, 5 Januari 2013
    Sahabatku Yanti
    Jalan Anggrek 10
    Bogor

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Hallo, apa kabar, baik-baik saja kan Kamu? Aku dan keluargaku dalam keadan sehat walafiat. Mudah- mudahan kabarmu juga seperti itu.
    Aku kangen sekali padamu dan keluargamu.
    Yan, Maret aku sudah mulai libur, apa kamu punya rencana liburan ke luar kota? kalau tidak Aku ingin berkunjung ke rumahmu. Aku ingin melihat indahnya keindahan kota Bogor dan berlibur bersamamu. Tunggu kedatanganku ya Yanti.

    Sekian dulu surat dariku kapan-kapan kita sambung lagi. Kutunggu balasan suratmu.

    wassalamualaikum Wr. Wb.

    Sahabatmu,


    Erna Erniani

    - Surat Dinas

    Bandung, 30 Januari 2013
    No  : 27/N11.8.4/DIN/KP/1.2010
    Lampiran      : 2 (dua) Lembar

    Kepada Yth.

    PT. Morphous Media
    Jl. Raya Ahmad Yani
    Seattle – West Java

    Hal :  Tindak Lanjut Workshop

    Menindaklanjuti pembicaraan dengan PT. Morphous Media beberapa waktu lalu mengenai gagasan Workshop bersama, maka dengan surat ini kami mengajukan permintaan tindak lanjut Workshop bersama tersebut.
    Adapun rencana jumlah peserta Workshop dari Udar – Ider Corp  sebanyak 4 orang, dengan materi dasar pembuatan animasi flash yang bertempat di Plant PT. Morphous Media.  Untuk itu kami mohon konfirmasi lebih lanjut mengenai total biaya serta teknis pelaksanaan penyelenggaraan Workshop bersama ini.
    Informasi lebih lanjut kami lampirkan proposal pengajuan Workshop.

    Konfirmasi dari PT. Morphous Media sangat kami harapkan. Atas perhatiaanya kami ucapkan terima kasih.

    a.n. Direktur Utama,
    Ka. Unit Pengembangan dan Kerjasama

    Gerry Nicholas
    NRP 190940

    Tembusan :
    - Direktur Utama (Sebagai Laporan)
    - Departemen Keuangan
    - Departemen SDM

    - Surat Niaga

    Senin,  12 maret 2012

    Nomor    : 0012717271-09
    Hal    : Pemesanan barang
    Kepada,
    Yth. Marketing managet
    PT Jaya
    Jln. Satria no. 32 Makassar


    Dengan hormat,

    Menindaklanjuti surat penawaran Anda, tanggal 11 maret 2012, perihal penawaran produk kecantikan. Dengan ini, kami bermaksud memesan:

    No.   kode            Deskripsi            Jumlah yang Dipesan
    1       dh6            Boof facial                         60
    2       dq4            Stik eye shadow                60

    Keseluruhan barang yang kami pesan harap dapat kami terima selambat-lambatnya tanggal 14 maret 2012

    Pembayaran terhadap seluruh pesanan kami, akan dilaksanakan dua hari setelah barang-barang pesanan seluruhnya kami terima. Sebagai bukti, kami akan mengirimkan fotokopi tanda bukti pembayaran.

    Demikian surat ini kami sampaikan. Atas segala perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

    Hormat kami,


    Bahri Hasan
    Manager Producktial

    sumber :

    Laporan Ilmiah

    0
  • Selasa, 14 Mei 2013

  • LAPORAN ILMIAH

    • Pengertian Laporan Ilmiah
    Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

    • Dasar Membuat Laporan Ilmiah
    Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya :
    Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
    Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
    Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
    Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
    Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.

    • Jenis-jenis Laporan Ilmiah
    Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :

    • Laporan Lengkap (Monograf)
    1. Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
    2. Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
    3. Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
    4. Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
    5. Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

    • Artikel Ilmiah
    1. Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
    2. Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
    3. Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

    • Laporan Ringkas
    Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

    • Fungsi Laporan Ilmiah
    1. Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
    2. Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
    3. Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.

    • Sistematika Penulisan
    Pada dasarnya ada dua bentuk sistematika penulisan ilmiah , yaitu penulisan proposal penelitian dan laporan hasil penelitian. Pada umumnya sistematika penulisan proposal penelitian danpenulisan laporan penelitian sebagai berikut :

    A. BAGIAN AWAL
    1. Halaman judul
    2. Halaman persetujuan dan pengesahan (pada laporan penelitian ,sebelum halaman kata pengantar dicantumkan intisari /abstrak)
    3. Halaman kata pengantar atau prakata
    4. Daftar isi
    5. Daftar tabel (jika ada)
    6. Daftar gambar (jika ada)
    7. Daftar lampiran (jika ada)
    B.     BAGIAN UTAMA

         BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang Masalah
    2. Rumusan masalah
    3. Tujuan penelitian
    4. Ruang lingkup
    5. Manfaat penelitian

         BAB II TINJAUAN PUSTAKA
    1. Landasan teori/ tinjauan teoretis
    2. Kerangak teori
    3. Kerangka konsep
    4. Hipotesis atau pertamyaan penelitian (jika ada hipotesis)

          BAB III METODE PENELITIAN ATAU CARA PENELITIAN
    1. Jenis penelitian
    2. Populasi sample (untuk penelitian disertai unit penelitian )
    3. Variabel penelitian (untuk penelitian laboratorium / eksperimental, sebelum variabel penelitian dicantumkan bahan dan alat)
    4. Definisi operasioanal variabel atau istilah –istilah lain yang digunakan untuk memberi batasan operasional agar jelas yang dimahsud dalam penelitian itu.
    5. Desain / rancangan penelitian ( tidak harus , kecuali pada penelitian eksperimental)
    6. Lokasi dan waktu penelitian
    7. Teknik pengumplan data.
    8. Instrumen penelitian yang digunakan
    9. Pengolahan dan Analisis data

         BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    Pembahasan pada dasarnya merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyajikan secara cermat hasil analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

         BAB V PENUTUP

    Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran dari laporan ilmiah tersebut. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang dilakukan. Kesimpulan diperoleh dari uraian analisis, interpretasi dan deskripsi yang telah ditulisan pada bagian analisis dan pembahasan. Untuk menulis simpulan, penulis perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hasil apa yang paling penting dari penelitian yang dilakukan. Jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang dituliskan pada bagian simpulan. Pada bagian akhir, biasanya simpulan disertai dengan saran mengenai penelitian lanjut yang dapat dilakukan.

    C.    BAGIAN AKHIR

    Terdiri dari Daftar pustaka dan Lampiran – lampiran; Instrumen penelitian, Berbagai data sekunder yang diperlukan, Anggaran penelitian, dan Jadwal penelitian.

    Contoh Laporan Ilmiah Sederhana
    Laporan Penelitian Magang sebagai Jembatan Mobilitas Sosial dari Petani menjadi Perajin

    BAB I
    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

              Perajin sering dipandang memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada petani. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seorang perajin biasanya bekerja di dalam rumah, terlindung dari terik sinar matahari sehingga suasananya tampak nyaman. Sebaliknya, petani harus bekerja di sawah, di bawah sengatan sinar matahari, dan kadang harus bergumul dengan kotoran-kotoran yang berbau tidak sedap. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sebagian masyarakat pedesaan masih menganggap bahwa pekerjaan perajin lebih berprestise daripada petani meskipun hanya menjadi perajin industri kecil dengan skala usaha yang masih terbatas.

             Lapangan pekerjaan di sektor industri kecil yang makin terbuka menyebabkan terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin. Meskipun sebenarnya mereka belum memiliki keahlian yang memadai, terlebih lagi tingkat pendidikan mereka sebagian besar (73%) masih berpendidikan SD ke bawah. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa produktivitas kerja dan hasil yang mereka peroleh masih rendah. Berkaitan dengan hal di atas, perlu diadakan penelitian yang saksama mengenai mobilitas sosial dan petani menjadi perajin. Dalam laporan ini, objek penelitiannya adalah masyarakat pedesaan di sekitas Surakarta, Jawa Tengah.

    BAB II
    TUJUAN PENELITIAN

    Menelaah penyebab terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin
    Memberikan penyadaran pada masyarakat dampak industrialisasi

    BAB III
    METODE PENELITIAN

            Penelitian ini menggunakan pendekatan survei secara kualitatif dengan cara melakukan wawancara dengan narasumber. Digunakannya metodologi kualitatif agar hasil yang dicapai benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

               Adapun langkah-langkah kerjanya sebagai berikut:

    1. Menentukan objek penelitian
    2. Melakukan wawancara dengan narasumber
    3. Mengklasifikasi masalah
    4. Merumuskan masalah
    5. Memberikan solusi/simpulan

    BAB IV
    HASIL PENELITIAN

              Berdasarkan survei yang telah dilakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan mobilitas sosial dari petani menjadi perajin melalui proses magang sebagai berikut:
    Pengaruh media masa Media massa baik berupa media elektronik maupun cetak telah membawa pengaruh yang besar terhadap pola pikir masyarakat pedesaan. Selama ini, media massa selalu mengangkat kesuksesankesuksesan seorang perajin. Dengan demikian, lambat laun opini publik tersebut akhirnya mendorong keinginan petani untuk menjadi perajin.
    Dukungan sosial keluarga dan masyarakat Keluarga, kerabat dekat, dan komunitas yang melatari kehidupan petani sering memberikan saran dan harapan yang besar untuk menjadi perajin. Mereka selalu memandang orangorang yang telah sukses berkat usaha menjadi seorang perajin industri kecil meskipun mereka masih berstatus magang atau buruh kontrak.
    Sistem perekonomian Indonesia yang lebih mengutamakan sektor industri daripada pertanian Perekonomian negara kita yang terbawa arus globalisasi dan kepentingan neoliberalisme (para pemilik modal) telah mendorong lajunya industrialisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa investasi yang mereka tanamkan lebih mengarah pada sektor industri.
    Tingkat pendidikan yang rendah Rendahnya tingkat pendidikan mereka dan keahlian yang belum memadai membuat mereka tidak memiliki sistem kontrol diri yang kuat. Konsep diri yang lemah ini menyebabkan mereka mudah terbawa arus zaman.

    BAB V
    KESIMPULAN

            Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan para petani melakukan mobilitas sosial menjadi perajin. Jika tidak ada suatu program penyadaran baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat, dapat dipastikan hasil produksi pertanian akan makin berkurang sehingga negara pun akan mengimpor beras dari luar negeri. Akhirnya, diharapkan penelitian ini mampu memberikan penyadaran pada masyarakat dan dapat menjadi masukan untuk pihak-pihak yang berwenang memberikan kebajikan. Pihak-pihak tersebut misalnya para dewan legislatif dan eksekutif supaya memberikan arahan dan rencana pembangunan yang lebih berpihak pada sektor pertanian, terutama masyarakat miskin pedesaan.

    SUMBER
    - E. Zaenal Arifin. Bahasa yang Lugas dalam Laporan Teknis. Jakarta: Akademika Pressindo, 1993.

    NAMA  : MOHAMAD FARIZ DWI ADIDANA
    NPM     : 14110475
    KELAS : 3KA28

    Metode Ilmiah

    0



  • Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah) yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah (science project). Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:


    • Observasi Awal
    • Mengidentifikasi Masalah
    • Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis
    • Melakukan Eksperimen
    • Menyimpulkan Hasil Eksperimen



    • Observasi awal
    Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.

    1. Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.
    2. Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
    3. Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.

    • Mengidentifikasi masalah
    Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?

    1. Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
    2. Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
    3. Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.

    •   Merumuskan atau menyatakan hipotesis

    Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.

    1. Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
    2. Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen

    • Melakukan eksperimen

    Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.

    Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap. 

    1. Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
    2. Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
    3. Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
    4. Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.

    •   Menyimpulkan hasil eksperimen

    Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.

    1. Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
    2. Jangan ubah hipotesis
    3. Jangan abaikan hasil eksperimen
    4. Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
    5. Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
    Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.


    SUMBER
    -  Rouny Kountur. Metode Penelitian: Penulisan Skripsi dan Tesis. Jakarta: Penerbit PPM, 2005.

    NAMA  : MOHAMAD FARIZ DWI ADIDANA
    NPM     : 14110475
    KELAS : 3KA28

    ANALISA LEKSIKAL

    0
  • Kamis, 25 April 2013

  • ANALISA LEKSIKAL
    • Array Bilangan Prima



    Jika bilangan prima :

    Jika bukan bilangan prima :

    Analisa nya :
    Variable a, b, I sebagai integer (bil.bulat). Write “input nilai:” dan read variable a, b = 0. Untuk i = 1 to a lalu jika (a mod i = 0) maka b = b+1 selesai,  lalu jika b = 2 maka var “a” ditulis. “bilangan prima” selain itu var “a” ditulis “bukan bilangan prima”.

    Kesimpulan :
    Program ini berfungsi jika di input nilai bilangan prima maka akan keluar tulisan (“a, bilangan prima”) dan jika tidak maka akan keluar tulisan (“a, bukan bilangan prima”). A adalah sebagai variable berjenis integer atau bilangan bulat. Bilangan prima di dapat karena hasil dari a mod 1 = 0. Jadi program array ini berfungsi agar bisa membandingkan antara bilangan prima atau bukan bilangan primanya.

    • Array Bilangan Prima dengan Patokan


    Output nya :

    Analisa nya :
    Variable array bilangan prima antara 1 – 200 sebagai integer (bilanganbulat). I, j, bil, nilai sebagai integer (bil. bulat). Write dan input nilai setelah itu read. Untuk i = 2 sampai nilai lalu I dianggap sebagai array Prima. Untuk j = 2 sampai I – 1 lalu bil = I mod j dan jika bil = 0 maka array Prima = “0” selesai. Jika array prima tidak kurang (<>) 0 maka akan tercetak dan selesai.

    Kesimpulan :
    Disini mencari array bilangan prima tetapi memakai patokan jadi jika missal diinput angka 10, pertama dia akan proses angka 1- 10 lalu dari angka itu akan di akumulasi mana yang termasuk prima dan mana yang bukan.

    • Array Nilai Konstan


    Hasil nya :

    Analisa nya :
    Array [1 - 4] sebagai integer = (7,10,21,20). Variable I sebagai integer (bilangan bulat). Untuk i = 1 sampai 4 lalu tercetak “Nilai” dan Array ke [1 – 4] = (7, 10, 21, 20).

    Kesimpulan :
    Program diatas adalah program Array sederhana, jadi semua sudah di setting jadi yang keluar pasti akan keluar 4 input yaitu nilai constant ke – n = hasil dari (7, 10, 21 dan 20). Jadi program array ini sudah kita atur agar hasilnya sesuai karena ada kondisi for juga yang membuat inputnya sesuai dengan “n” nya.



    SILOGISME

    0
  • Senin, 15 April 2013
  • Tugas Softskill


    Silogisme

    Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

    • Silogisme Alternatif
    Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.

    Contoh :
    Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
    Nenek Sumi berada di Bandung.
    Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.



    • Silogisme Kategorial
    Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

    Contoh:
    Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor) 
    Akasia adalah tumbuhan (premis minor). 
    Akasia membutuhkan air (Konklusi) .

    Semua hewan buas tinggal dihutan
    Singa adalah hewan buas
    Singa tinggal dihutan

    • Silogisme Hipotesis
    Silogisme hipotetis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotetis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris.

    Contoh :
    Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek.
    Hari ini cerah.
    Maka saya akan kerumah kakek.

    Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
    Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
    Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
    Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent

    • Entimen
    Di atas telah disinggung bahwa silogisme jarang sekali ditemukan di dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam tulisan pun, bentuk itu hampir tidak pernah digunakan. Bentuk yang biasa ditemukan dan dipakai ialah bentuk entimem. Entimem ini pada dasarnya adalah silogisme. Tetapi, di dalam entimem salah satu premisnya dihilangkan/tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

    Contoh :
    Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.

    Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.





    Pengenalan Objective-C

    0
  • Senin, 18 Maret 2013

  • Objective-C adalah bahasa pemrograman utama yang digunakan oleh Apple untuk pengembangan aplikasi di OS X dan iOS. Bahasa pemrograman ini berorientasi objek dan high-level. Ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan sebelum belajar mengembangkan aplikasi di iOS dengan menggunakan objective-c.
    Selain itu, Objective-C adalah bahasa pemrograman native utama yang dipakai untuk membuat aplikasi Mac. Bahasa ini diextend dari bahasa C yang menggunakan style dari Smalltalk. Semua syntax untuk operasi non object oriented hampir sama dengan C, sedangkan untuk operasi object oriented mengimplementasi dari style Smalltalk. Jadi, sebaiknya anda mempunyai dasar yang cukup dalam pemrograman bahasa C.

    NSString
    Di C, variable string biasanya dideklarasikan sbb:
    1          char *s = "ini adalah string";
    Dengan NSString, menjadi:
    1          NSString *s = @"ini adalah string";
    NSString disini adalah object string.
    @”string” akan membuat sebuah object string, yang bisa langsung diassign ke dalam sebuah variable atau menjadi argument dalam sebuah function.

    Penggunaan Method
    Dalam bahasa C atau PHP, pemanggilan method biasanya dilakukan dengan cara berikut:
    1          addressBook.displayNames();
    2          addressBook.displayNamesWithPrefix( prefix );
    Berikut caranya dalam Objective-C:
    1          [addressBook displayNames];
    2          [addressBook displayNamesWithPrefix: prefix];
    Jika melihat contoh diatas, maka format penggunaan method secara keseluruhan bisa disimpulkan sebagai berikut:
    1          [object method];
    2          [object methodWithInput:input];
    Untuk function yang mengembalikan sebuah nilai, formatnya sama:
    1          output = [object methodWithOutput];
    2          output = [object methodWithInputAndOutput:input];
    Selain pemanggilan function pada sebuah ojbect, kita juga bisa melakukan pemanggilan function pada sebuah class.
    Contoh, pemanggilan function string dalam class NSString, yang mengembalikan object NSString:
    1          NSString* str = [NSString string];
    Ingat, semua variable object dalam Objective-C bertipe pointer sehingga harus ada simbol asterisk(*) disebelah kanan object type, kecuali type “id” karena sudah bertype pointer secara predefined.
    Nested Methods
    Kita juga bisa menggunakan method/function sebagai parameter dalam function lain, ini disebut nested methods.
    Contoh:
    1          function1 ( function2() )
    2          stringWithFormat ( format())
    result dari function format() menjadi input/parameter di stringWithFormat().
    Di Objective-C, format penulisannya sebagai berikut:
    1                    [NSString stringWithFormat:[prefs format]]

    Multiple Arguments
    Contoh berikut menggunakan 3 buah argument (string, date dan integer).
    1          [ptr setStr:@"A new test..." andDate:[NSDate date] andInteger:99];
    Sebelumnya, dideklarasikan sebagai berikut:
    1          -(void) setStr:(NSString *)str andDate:(NSDate *)date andInteger:(int)x;
    Implementasi dari method setStr() yang menggunakan tiga argument:
    1          -(void) setStr:(NSString *)strInput andDate:(NSDate *)dateInput
    2     andInteger:(int)xInput
    3    {
    4    [self setStr:strInput];
    5    [self setDate:dateInput];
    6    [self setX:xInput];
    7    }
    Bisa dilihat pada saat metode setStr() didefinisikan, kita menggunakan variable str, date dan x. Tetapi di implementasinya, kita menggunakan variable strInput, dateInput, dan xInput. Ini karena objective-c mengharuskan nama variable lokal (pada method) tidak boleh sama dengan nama variable yang didefinisikan.
    Accessors
    Semua instance variable secara default adalah private, sehingga anda harus menggunakan accessors untuk mendapatkan/mengeset nilai pada variable instance tersebut.
    setter:
    1          [photo setCaption:@"Day at the Beach"];
    getter:
    1          output = [photo caption];

    Catatan penting:
    Dimanapun anda melihat code didalam “square brackets”, berarti anda mengirim sebuah message pada object atau class.


    Sumber : Mark, Dave dan LaMarche, Jeff. 2009. Beginning iPhone Development. New York : Apress.


    Objective-C

    0


  • Objective-C adalah bahasa pemrograman utama yang digunakan oleh Apple untuk pengembangan aplikasi di OS X dan iOS. Bahasa pemrograman ini berorientasi objek dan high-level. Ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan sebelum belajar mengembangkan aplikasi di iOS dengan menggunakan objective-c.
    Selain itu, Objective-C adalah bahasa pemrograman native utama yang dipakai untuk membuat aplikasi Mac. Bahasa ini diextend dari bahasa C yang menggunakan style dari Smalltalk. Semua syntax untuk operasi non object oriented hampir sama dengan C, sedangkan untuk operasi object oriented mengimplementasi dari style Smalltalk. Jadi, sebaiknya anda mempunyai dasar yang cukup dalam pemrograman bahasa C.

    NSString
    Di C, variable string biasanya dideklarasikan sbb:
    1          char *s = "ini adalah string";
    Dengan NSString, menjadi:
    1          NSString *s = @"ini adalah string";
    NSString disini adalah object string.
    @”string” akan membuat sebuah object string, yang bisa langsung diassign ke dalam sebuah variable atau menjadi argument dalam sebuah function.

    Penggunaan Method
    Dalam bahasa C atau PHP, pemanggilan method biasanya dilakukan dengan cara berikut:
    1          addressBook.displayNames();
    2          addressBook.displayNamesWithPrefix( prefix );
    Berikut caranya dalam Objective-C:
    1          [addressBook displayNames];
    2          [addressBook displayNamesWithPrefix: prefix];
    Jika melihat contoh diatas, maka format penggunaan method secara keseluruhan bisa disimpulkan sebagai berikut:
    1          [object method];
    2          [object methodWithInput:input];
    Untuk function yang mengembalikan sebuah nilai, formatnya sama:
    1          output = [object methodWithOutput];
    2          output = [object methodWithInputAndOutput:input];
    Selain pemanggilan function pada sebuah ojbect, kita juga bisa melakukan pemanggilan function pada sebuah class.
    Contoh, pemanggilan function string dalam class NSString, yang mengembalikan object NSString:
    1          NSString* str = [NSString string];
    Ingat, semua variable object dalam Objective-C bertipe pointer sehingga harus ada simbol asterisk(*) disebelah kanan object type, kecuali type “id” karena sudah bertype pointer secara predefined.
    Nested Methods
    Kita juga bisa menggunakan method/function sebagai parameter dalam function lain, ini disebut nested methods.
    Contoh:
    1          function1 ( function2() )
    2          stringWithFormat ( format())
    result dari function format() menjadi input/parameter di stringWithFormat().
    Di Objective-C, format penulisannya sebagai berikut:
    1                    [NSString stringWithFormat:[prefs format]]

    Multiple Arguments
    Contoh berikut menggunakan 3 buah argument (string, date dan integer).
    1          [ptr setStr:@"A new test..." andDate:[NSDate date] andInteger:99];
    Sebelumnya, dideklarasikan sebagai berikut:
    1          -(void) setStr:(NSString *)str andDate:(NSDate *)date andInteger:(int)x;
    Implementasi dari method setStr() yang menggunakan tiga argument:
    1          -(void) setStr:(NSString *)strInput andDate:(NSDate *)dateInput
    2     andInteger:(int)xInput
    3    {
    4    [self setStr:strInput];
    5    [self setDate:dateInput];
    6    [self setX:xInput];
    7    }
    Bisa dilihat pada saat metode setStr() didefinisikan, kita menggunakan variable str, date dan x. Tetapi di implementasinya, kita menggunakan variable strInput, dateInput, dan xInput. Ini karena objective-c mengharuskan nama variable lokal (pada method) tidak boleh sama dengan nama variable yang didefinisikan.
    Accessors
    Semua instance variable secara default adalah private, sehingga anda harus menggunakan accessors untuk mendapatkan/mengeset nilai pada variable instance tersebut.
    setter:
    1          [photo setCaption:@"Day at the Beach"];
    getter:
    1          output = [photo caption];

    Catatan penting:
    Dimanapun anda melihat code didalam “square brackets”, berarti anda mengirim sebuah message pada object atau class.


    Sumber : Mark, Dave dan LaMarche, Jeff. 2009. Beginning iPhone Development. New York : Apress.