Tugas Softskill Materi Pertemuan 1, 2, 3

0
  • Minggu, 17 November 2013
  • Nama : Mohamad Fariz Dwi Adidana

    Kelas : 4KA28

    NPM : 14110475

    Pertemuan1

    Telematika

    A.    Definisi Telematika

    Telematika berasal dari bahasa perancis yaitu  “TELEMATIQUE” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi sendiri dapat diartikan sebagai sarana/prasarana, sistem, dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna. Pertama kali memperkenalkan kata ini adalah penulis buku berjudul “L’informatisation de la Societe” yaitu Simon Nora dan Alain Minc pada tahun 1978. Istilah telematika dari segi hukum adalah perkembangan sistem elektronik berbasis digital antara teknologi informasi dan media yang awalnya masing – masing berkembang secara terpisah. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah “konvergensi”. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Menurut Wikipedia, Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika biasa dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

    • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

    • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).

    • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas

    B.     Perkembangan Telematika

    Pada zaman dahulu, Telematika belum berkembang sangat pesat dinegara Indonesia, Indonesia termasuk dalam Negara tertinggal, tapi dengan seiring perkembangan zaman Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat, karena telah banyak bermuculan produk-produk IT yang lebih kecil, cepat dan efisien dengan format-format unik yang berbeda dan muktahir. Misalnya teknologi perakitan prosessor yang sudah bisa memfrabikasi hingga ukuran 40nm, telepon selular dengan koneksi wifi, notebook dengan ukuran lebih kecil sehingga memudahkan keleluasaan mobilitas bagi penggunanya dan sedangkan teknologi mukthir adalah teknologi automobile systems yang menggabungkan Global Positioning System (GPS) dan komunikasi nirkabel lainnya untuk mengetahui lokasi jalan, dan sekarang ini yang sedang populer juga banyak dicari dan digunakan oleh masyarakat yaitu smartphone, dan juga tablet PC. Smartphone ini merupakan telepon selular dengan system operasi didalamnya adalah android. Dengan kecanggihan smartphone ini aplikasi-aplikasi yang biasa digunakan atau hanya bisa digunakan didalam Komputer itu bisa digunakan didalam smartphone ini. Tablet pc, ini merupakan komputer portable berbentuk buku. Memiliki layar sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan pengguna komputer mempergunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard ataupun mouse komputer.
    Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu bentuk telematika.

    Contoh Tenologi Telematika :

    Bidang Komunikasi
    Pager yaitu alat telekomunikasi pribadi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Radio panggil numerik satu arah hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja.
    Handphone yang kita gunakan adalah salah satu contoh dari teknologi telematika dibidang komunikasi. Karena merupakan suatu sarana berkomunikasi dengan menggunakan media elektromagnetik untuk mengirimkan atau menerima suatu informasi dari satu pihak ke pihak yang lainnya.
    Smartphone adalah telepon selular yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, kadang-kadang dengan fungsi yang menyerupai komputer. System operasi yang digunakan adalah android, dan android itu sendiri adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux yang menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak.

    Bidang Transportasi
    Salah satu produk tranportasi yang menerapkan layanan telematika adalah Toyota. Karena menyadari semakin tingginya mobilitas masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, membutuhkan layanan penunjang yang mampu membantu masyarakat untuk sampai ke tujuannya dalam waktu singkat. Toyota melihat peluang ini dengan mengembangkan disalah satu produksinya yang memiliki layanan navigasi yang menyediakan informasi dan peta lengkap lokasi-lokasi penting, mulai hotel, rumah sakit, hingga dealer.

    C.    Trend Kedepan Telematika

    Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.
    Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.

    Sumber :





    Pertemuan 2

    Arsitektur

    A.    Arsitektur Sisi Client

    Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Dalam sistem secara umum server proses pada DBMS, komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien.  
    Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna. Sebuah contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Skrip PHP atau ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak klien akan dijalankan oleh web browser pada komputer klien. Klien-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database, dengan metode klien-server database dapat diinstal pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya diinstal pada client.

    B.     Arsitektur Sisi Server

    Lingkungan klien/server menggunakan Local Area Network (LAN) untuk menjalankan personal komputer yang mana data akan tersimpan pada masing-masing PC dan akan terhubung dengan common devices (hard disk atau printer) dan software (DBMS). Modul LAN pada DBMS secara bersamaan mengendalikan, mengamankan, dan merupakan query atau translation-queuing management untuk mendukung akses bersamaan dari beberapa pengguna dalam menghubungkan database. Arsitektur klien/server berkembang yang memiliki penampilan yang berbeda dari komponen aplikasi logik antara klien dan server. Ada tiga komponen dari komponen aplikasi logik, yaitu :

    1. Presentation Logic, komponen ini bertanggung jawab dalam memformat dan mempresenting data pada pengguna atau alat keluaran dan mengendalikan masukan pengguna dari keybor atau alat input lainnya.

    2. Processing Logic, komponen ini berguna untuk menangani logika pemprosesan data (data  processing logic) , logika aturan bisnis (business rule logic), dan logika manajemen data (data management logic). Proses data logic merupakan aktifitas untuk memvalidasi data dan mengindentifikasi proses eror pada data. Business rule tidak mempunyai kode pada DSMS, tetapi mempunyai kode pada komponen pemprosesan. Data management logic mengindentifikasikan data yang diperlukan/penting untuk memprosesan transaksi atau query.

    3. Storage Logic, komponen ini bertanggung jawab pada penyimpanan data dan perbaikan data dari alat penyimpan yang bekerja dengan aplikasi.

    Sumber :


    Pertemuan 3

    Layanan Informasi dan Layanan Keamanan

    Pengertian Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Tujuan layanan informasi secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya. Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.
    Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek berikut:

    Confidentiality (kerahasiaan) pada aspek ini system menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.

    Integrity (integritas) pada aspek ini system menjamin data tidak dirubah tanpa ada ijin pihak yang berwenang, menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.

    Availability (ketersediaan) pada aspek ini system menjamin data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait.
    Keamanan informasi diperoleh dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak dipakai, yang dapat berupa kebijakan-kebijakan, struktur-struktur organisasi dan piranti lunak.

    Layanan Context-Aware dan Event-Base

    Istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks- konteks yang ada, yaitu sekumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network tersebut, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter yang ada. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu lokasi user, data dasar user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user, dan berbagai preferensi user lainnya. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan dalam bidang penelitian ilmu computer pada saat ini.

    Ada 4 kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :

    1. Proximate selection.
    adalah suatu teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection dengan kata lain tempat dan pilihan.

    2. Automatic Contextual Reconfiguration
    Aspek terpenting suatu kasus sistem context-aware adalah bagaimana suatu konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi satu sama lain nya. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda.
    Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.
      
    3. Contextual Informations and Commands
    Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu. Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.

    4. Context-Triggered Actions
    Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.

    Sumber :

    Latar Belakang Penulisan Ilmiah Saya

    0
  • Senin, 24 Juni 2013
  • NAMA  : MOHAMAD FARIZ DWI ADIDANA
    NPM      : 14110475
    KELAS  : 3KA28

    Judul Penulisan : Aplikasi Manchester City FC Fanbase

    Latar Belakang :

    Kemajuan teknologi telepon seluler atau handphone yang sangat pesat perkembangan nya pada beberapa tahun kebelakang, sudah menggeser fungsi handphone yang sebelum nya hanya digunakan untuk alat komunikasi namun, pada saat ini fungsi nya sudah sangat kompleks dan lebih variatif serta atraktif dari segi kegunaan dan tampilan nya. Smartphone sebutan telpon seluler jaman sekarang. Saat ini sudah terlalu banyak aplikasi-aplikasi yang baru yang berkembang pesat di segala bidang karena kemajuan teknologi.

    Salah satu tujuan dan fungsi dibuatnya aplikasi-aplikasi tersebut adalah untuk mempermudah pengguna untuk mencari dan mengetahui lebih banyak lagi informasi-informasi di bidang olahraga yang juga sedang berkembang pesat akhir-akhir ini. Jika dibandingkan dengan membaca tabloid olahraga, majalah, dan koran, aplikasi ini cukup sederhana dan efisien karena pengguna tidak perlu repot membawa banyak majalah, tapi cukup membawa satu gadget saja karena aplikasi tersebut dapat di install di gadget yang user pergunakan sehari-hari. Oleh karena itu, penulis membuat aplikasi berbasis android berjudul “Aplikasi Manchester City FC Fanbase . Penulis berharap aplikasi ini berguna untuk fans-fans Manchester City FC untuk melihat informasi-informasi dari para pemain Manchester FC tersebut.

    Tujuan dari penulisan ini adalah membuat aplikasi Manchester City Football club fanbase berbasis android untuk pengetahuan dalam sebuah forum fanbase klub sepakbola klub Manchester City FC. Aplikasi ini khususnya dibuat untuk para penggemar klub Manchester City FC.



    Tugas Bahasa Indonesia 2 (Surat Menyurat)

    0
  • NAMA  : MOHAMAD FARIZ DWI ADIDANA
    NPM      : 14110475
    KELAS  : 3KA28

    A. PENGERTIAN / DEFINISI SURAT

    SURAT adalah Sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Informasi itu dapat berupa :
    - pemberitahuan
    - pernyataan
    - perintah
    - permintaan / permohonan
    - laporan

    B. FUNGSI SURAT

    1. Sebagai sarana komunikasi.
    2. Sebagai alat untuk menyampaikan pemberitahuan / permintaan atau permohonan, buah pikiran.
    3. Sebagai alat bukti tertulis.
    4. Sebagai alat untuk mengingat.
    5. Sebagai bukti historis.
    6. Sebagai pedoman kerja.

    C. SYARAT SYARAT SURAT YANG BAIK

    Bahasa surat yang baik harus memenuhi ketentuan berikut.

    1. Bahasa yang digunakan benar/baku sesuai dengan kaidah, baik tentang ejaan, pemilihan kata, bentuk kata, maupun kalimatnya. Bahasa surat harus logis, wajar, hemat, cermat, sopan, dan menarik.
    2. Isi surat dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. penulisan yang benar.
    3. Disusun dengan teknik penyusunan surat yang benar.
    4. Bahasa baku, bahasa yang diakui benar menurut kaidah yang sudah dilazimkan. Penggunaan bahasa baku dapat membawa wibawa seseorang dan dipandang sebagai lambang status sosial yang tinggi.
    5. Bahasa efektif, bahasa yang secara tepat dapat mencapai sasarannya. Ciribahasa efektif adalah sederhana/wajar, ringkas, jelas, sopan, dan menarik.


    D. BAHASA SURAT

    Agar dapat dimengerti maksud dan tujuan surat secara jelas, harus disusun menggunakan bahasa yang relatif singkat. Sebelum menulis surat hendaknya dipertimbangkan sebaik mungkin, baik penyusunan kalimat, arti maupun ketepatan penggunaan kata-kata.
    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan bahasa surat adalah sebagai berikut:
    1. Hindari kalimat yang berbelit-belit
    2. Gunakan kata-kata dan istilah yang sudah lazim digunakan
    3. Tempatkan tanda baca dengan tepat
    4. Gunakan ejaan yang benar
    5. Gunakan singkatan yang umum dipakai

    E. BAGIAN BAGIAN SURAT

    •            Bagian-bagian surat pribadi :
                              …………………..….1
      …….…..2
      …….......3
     …………….……………….4
     ………………….………….5
     …………………….……….6
                                              …………….7
                                              …………….8
                                              …………….9
    1. Tempat, tanggal,bulan,tahun penulisan surat
    2. Alamat surat                          
    3. Salam pembuka
    4. Kalimat pembuka
    5. Isi surat                    
    6. Kalimat penutup
    7. Salam Penutup
    8. Tanda tangan
    9. Nama pengirim

    • Bagian-bagian surat dinas   
                                             
    1. Kepala surat                                          
    2. No,Lampiran ,Perihal
    3. Tanggal,bulan,tahun penulisan surat
    4. Alamat surat
    5. Salam pembuka                  
    6. Kalimat pembuka
    7. Isi surat
    8. Kalimat penutup                
    9. Salam penutup                        
    10. Tanda tangan
    11. Nama pengirim

    Kerangka isi surat :

    1. Paragraf pembuka
    2. Paragraf isi
    3. Paragraf penutup


    F. JENIS SURAT

    Dilihat dari segi bentuk, isi, dan bahasanya, surat digolongkan atas 3 jenis, yaitu :

    1. Surat Pribadi
    Surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi.
    Komunikasi antara anak dan orang tua, antarkerabat, antarsejawat, dan antarteman.
    Digunakan kartu pos, warkat pos, atau surat bersampul.

    2. Surat Dinas
    Segala komunikasi tertulis yang menyangkut kepentingan tugas dan kegiatan dinas instansi.
    Salah satu alat komunikasi kedinasan yang sangat penting dalam pengelolaan administrasi, seperti penyampaian berita tertulis yang berisi pemberitahuan, penjelasan, permintaan, pernyataan pendapat dari instansi kepada instansi lain dan dari instansi kepada perseorangan atau sebaliknya.

    3. Surat Niaga
    Surat yang dipergunakan orang atau badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha niaga, seperti     perdagangan, perindustrian, dan usaha jasa.
       
    Macam-macam surat niaga :

    a) surat penawaran                      
    b) surat pengaduan
    c) surat pesanan
    d) surat pengiriman
    e) surat pembayaran barang
    f) surat penagihan, dan sebagainya.

    G. CONTOH SURAT

    - Surat Pribadi

    Ambon, 5 Januari 2013
    Sahabatku Yanti
    Jalan Anggrek 10
    Bogor

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Hallo, apa kabar, baik-baik saja kan Kamu? Aku dan keluargaku dalam keadan sehat walafiat. Mudah- mudahan kabarmu juga seperti itu.
    Aku kangen sekali padamu dan keluargamu.
    Yan, Maret aku sudah mulai libur, apa kamu punya rencana liburan ke luar kota? kalau tidak Aku ingin berkunjung ke rumahmu. Aku ingin melihat indahnya keindahan kota Bogor dan berlibur bersamamu. Tunggu kedatanganku ya Yanti.

    Sekian dulu surat dariku kapan-kapan kita sambung lagi. Kutunggu balasan suratmu.

    wassalamualaikum Wr. Wb.

    Sahabatmu,


    Erna Erniani

    - Surat Dinas

    Bandung, 30 Januari 2013
    No  : 27/N11.8.4/DIN/KP/1.2010
    Lampiran      : 2 (dua) Lembar

    Kepada Yth.

    PT. Morphous Media
    Jl. Raya Ahmad Yani
    Seattle – West Java

    Hal :  Tindak Lanjut Workshop

    Menindaklanjuti pembicaraan dengan PT. Morphous Media beberapa waktu lalu mengenai gagasan Workshop bersama, maka dengan surat ini kami mengajukan permintaan tindak lanjut Workshop bersama tersebut.
    Adapun rencana jumlah peserta Workshop dari Udar – Ider Corp  sebanyak 4 orang, dengan materi dasar pembuatan animasi flash yang bertempat di Plant PT. Morphous Media.  Untuk itu kami mohon konfirmasi lebih lanjut mengenai total biaya serta teknis pelaksanaan penyelenggaraan Workshop bersama ini.
    Informasi lebih lanjut kami lampirkan proposal pengajuan Workshop.

    Konfirmasi dari PT. Morphous Media sangat kami harapkan. Atas perhatiaanya kami ucapkan terima kasih.

    a.n. Direktur Utama,
    Ka. Unit Pengembangan dan Kerjasama

    Gerry Nicholas
    NRP 190940

    Tembusan :
    - Direktur Utama (Sebagai Laporan)
    - Departemen Keuangan
    - Departemen SDM

    - Surat Niaga

    Senin,  12 maret 2012

    Nomor    : 0012717271-09
    Hal    : Pemesanan barang
    Kepada,
    Yth. Marketing managet
    PT Jaya
    Jln. Satria no. 32 Makassar


    Dengan hormat,

    Menindaklanjuti surat penawaran Anda, tanggal 11 maret 2012, perihal penawaran produk kecantikan. Dengan ini, kami bermaksud memesan:

    No.   kode            Deskripsi            Jumlah yang Dipesan
    1       dh6            Boof facial                         60
    2       dq4            Stik eye shadow                60

    Keseluruhan barang yang kami pesan harap dapat kami terima selambat-lambatnya tanggal 14 maret 2012

    Pembayaran terhadap seluruh pesanan kami, akan dilaksanakan dua hari setelah barang-barang pesanan seluruhnya kami terima. Sebagai bukti, kami akan mengirimkan fotokopi tanda bukti pembayaran.

    Demikian surat ini kami sampaikan. Atas segala perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

    Hormat kami,


    Bahri Hasan
    Manager Producktial

    sumber :

    Laporan Ilmiah

    0
  • Selasa, 14 Mei 2013

  • LAPORAN ILMIAH

    • Pengertian Laporan Ilmiah
    Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.

    • Dasar Membuat Laporan Ilmiah
    Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya :
    Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
    Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
    Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
    Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
    Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.

    • Jenis-jenis Laporan Ilmiah
    Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :

    • Laporan Lengkap (Monograf)
    1. Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
    2. Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
    3. Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
    4. Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
    5. Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

    • Artikel Ilmiah
    1. Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
    2. Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
    3. Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

    • Laporan Ringkas
    Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

    • Fungsi Laporan Ilmiah
    1. Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
    2. Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
    3. Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.

    • Sistematika Penulisan
    Pada dasarnya ada dua bentuk sistematika penulisan ilmiah , yaitu penulisan proposal penelitian dan laporan hasil penelitian. Pada umumnya sistematika penulisan proposal penelitian danpenulisan laporan penelitian sebagai berikut :

    A. BAGIAN AWAL
    1. Halaman judul
    2. Halaman persetujuan dan pengesahan (pada laporan penelitian ,sebelum halaman kata pengantar dicantumkan intisari /abstrak)
    3. Halaman kata pengantar atau prakata
    4. Daftar isi
    5. Daftar tabel (jika ada)
    6. Daftar gambar (jika ada)
    7. Daftar lampiran (jika ada)
    B.     BAGIAN UTAMA

         BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang Masalah
    2. Rumusan masalah
    3. Tujuan penelitian
    4. Ruang lingkup
    5. Manfaat penelitian

         BAB II TINJAUAN PUSTAKA
    1. Landasan teori/ tinjauan teoretis
    2. Kerangak teori
    3. Kerangka konsep
    4. Hipotesis atau pertamyaan penelitian (jika ada hipotesis)

          BAB III METODE PENELITIAN ATAU CARA PENELITIAN
    1. Jenis penelitian
    2. Populasi sample (untuk penelitian disertai unit penelitian )
    3. Variabel penelitian (untuk penelitian laboratorium / eksperimental, sebelum variabel penelitian dicantumkan bahan dan alat)
    4. Definisi operasioanal variabel atau istilah –istilah lain yang digunakan untuk memberi batasan operasional agar jelas yang dimahsud dalam penelitian itu.
    5. Desain / rancangan penelitian ( tidak harus , kecuali pada penelitian eksperimental)
    6. Lokasi dan waktu penelitian
    7. Teknik pengumplan data.
    8. Instrumen penelitian yang digunakan
    9. Pengolahan dan Analisis data

         BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    Pembahasan pada dasarnya merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyajikan secara cermat hasil analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

         BAB V PENUTUP

    Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran dari laporan ilmiah tersebut. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang dilakukan. Kesimpulan diperoleh dari uraian analisis, interpretasi dan deskripsi yang telah ditulisan pada bagian analisis dan pembahasan. Untuk menulis simpulan, penulis perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hasil apa yang paling penting dari penelitian yang dilakukan. Jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang dituliskan pada bagian simpulan. Pada bagian akhir, biasanya simpulan disertai dengan saran mengenai penelitian lanjut yang dapat dilakukan.

    C.    BAGIAN AKHIR

    Terdiri dari Daftar pustaka dan Lampiran – lampiran; Instrumen penelitian, Berbagai data sekunder yang diperlukan, Anggaran penelitian, dan Jadwal penelitian.

    Contoh Laporan Ilmiah Sederhana
    Laporan Penelitian Magang sebagai Jembatan Mobilitas Sosial dari Petani menjadi Perajin

    BAB I
    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

              Perajin sering dipandang memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada petani. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seorang perajin biasanya bekerja di dalam rumah, terlindung dari terik sinar matahari sehingga suasananya tampak nyaman. Sebaliknya, petani harus bekerja di sawah, di bawah sengatan sinar matahari, dan kadang harus bergumul dengan kotoran-kotoran yang berbau tidak sedap. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sebagian masyarakat pedesaan masih menganggap bahwa pekerjaan perajin lebih berprestise daripada petani meskipun hanya menjadi perajin industri kecil dengan skala usaha yang masih terbatas.

             Lapangan pekerjaan di sektor industri kecil yang makin terbuka menyebabkan terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin. Meskipun sebenarnya mereka belum memiliki keahlian yang memadai, terlebih lagi tingkat pendidikan mereka sebagian besar (73%) masih berpendidikan SD ke bawah. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa produktivitas kerja dan hasil yang mereka peroleh masih rendah. Berkaitan dengan hal di atas, perlu diadakan penelitian yang saksama mengenai mobilitas sosial dan petani menjadi perajin. Dalam laporan ini, objek penelitiannya adalah masyarakat pedesaan di sekitas Surakarta, Jawa Tengah.

    BAB II
    TUJUAN PENELITIAN

    Menelaah penyebab terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin
    Memberikan penyadaran pada masyarakat dampak industrialisasi

    BAB III
    METODE PENELITIAN

            Penelitian ini menggunakan pendekatan survei secara kualitatif dengan cara melakukan wawancara dengan narasumber. Digunakannya metodologi kualitatif agar hasil yang dicapai benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

               Adapun langkah-langkah kerjanya sebagai berikut:

    1. Menentukan objek penelitian
    2. Melakukan wawancara dengan narasumber
    3. Mengklasifikasi masalah
    4. Merumuskan masalah
    5. Memberikan solusi/simpulan

    BAB IV
    HASIL PENELITIAN

              Berdasarkan survei yang telah dilakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan mobilitas sosial dari petani menjadi perajin melalui proses magang sebagai berikut:
    Pengaruh media masa Media massa baik berupa media elektronik maupun cetak telah membawa pengaruh yang besar terhadap pola pikir masyarakat pedesaan. Selama ini, media massa selalu mengangkat kesuksesankesuksesan seorang perajin. Dengan demikian, lambat laun opini publik tersebut akhirnya mendorong keinginan petani untuk menjadi perajin.
    Dukungan sosial keluarga dan masyarakat Keluarga, kerabat dekat, dan komunitas yang melatari kehidupan petani sering memberikan saran dan harapan yang besar untuk menjadi perajin. Mereka selalu memandang orangorang yang telah sukses berkat usaha menjadi seorang perajin industri kecil meskipun mereka masih berstatus magang atau buruh kontrak.
    Sistem perekonomian Indonesia yang lebih mengutamakan sektor industri daripada pertanian Perekonomian negara kita yang terbawa arus globalisasi dan kepentingan neoliberalisme (para pemilik modal) telah mendorong lajunya industrialisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa investasi yang mereka tanamkan lebih mengarah pada sektor industri.
    Tingkat pendidikan yang rendah Rendahnya tingkat pendidikan mereka dan keahlian yang belum memadai membuat mereka tidak memiliki sistem kontrol diri yang kuat. Konsep diri yang lemah ini menyebabkan mereka mudah terbawa arus zaman.

    BAB V
    KESIMPULAN

            Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan para petani melakukan mobilitas sosial menjadi perajin. Jika tidak ada suatu program penyadaran baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat, dapat dipastikan hasil produksi pertanian akan makin berkurang sehingga negara pun akan mengimpor beras dari luar negeri. Akhirnya, diharapkan penelitian ini mampu memberikan penyadaran pada masyarakat dan dapat menjadi masukan untuk pihak-pihak yang berwenang memberikan kebajikan. Pihak-pihak tersebut misalnya para dewan legislatif dan eksekutif supaya memberikan arahan dan rencana pembangunan yang lebih berpihak pada sektor pertanian, terutama masyarakat miskin pedesaan.

    SUMBER
    - E. Zaenal Arifin. Bahasa yang Lugas dalam Laporan Teknis. Jakarta: Akademika Pressindo, 1993.

    NAMA  : MOHAMAD FARIZ DWI ADIDANA
    NPM     : 14110475
    KELAS : 3KA28

    Metode Ilmiah

    0



  • Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah) yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah (science project). Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:


    • Observasi Awal
    • Mengidentifikasi Masalah
    • Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis
    • Melakukan Eksperimen
    • Menyimpulkan Hasil Eksperimen



    • Observasi awal
    Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.

    1. Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.
    2. Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
    3. Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.

    • Mengidentifikasi masalah
    Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?

    1. Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
    2. Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
    3. Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.

    •   Merumuskan atau menyatakan hipotesis

    Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.

    1. Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
    2. Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen

    • Melakukan eksperimen

    Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.

    Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap. 

    1. Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
    2. Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
    3. Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
    4. Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.

    •   Menyimpulkan hasil eksperimen

    Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.

    1. Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
    2. Jangan ubah hipotesis
    3. Jangan abaikan hasil eksperimen
    4. Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
    5. Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
    Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.


    SUMBER
    -  Rouny Kountur. Metode Penelitian: Penulisan Skripsi dan Tesis. Jakarta: Penerbit PPM, 2005.

    NAMA  : MOHAMAD FARIZ DWI ADIDANA
    NPM     : 14110475
    KELAS : 3KA28

    ANALISA LEKSIKAL

    0
  • Kamis, 25 April 2013

  • ANALISA LEKSIKAL
    • Array Bilangan Prima



    Jika bilangan prima :

    Jika bukan bilangan prima :

    Analisa nya :
    Variable a, b, I sebagai integer (bil.bulat). Write “input nilai:” dan read variable a, b = 0. Untuk i = 1 to a lalu jika (a mod i = 0) maka b = b+1 selesai,  lalu jika b = 2 maka var “a” ditulis. “bilangan prima” selain itu var “a” ditulis “bukan bilangan prima”.

    Kesimpulan :
    Program ini berfungsi jika di input nilai bilangan prima maka akan keluar tulisan (“a, bilangan prima”) dan jika tidak maka akan keluar tulisan (“a, bukan bilangan prima”). A adalah sebagai variable berjenis integer atau bilangan bulat. Bilangan prima di dapat karena hasil dari a mod 1 = 0. Jadi program array ini berfungsi agar bisa membandingkan antara bilangan prima atau bukan bilangan primanya.

    • Array Bilangan Prima dengan Patokan


    Output nya :

    Analisa nya :
    Variable array bilangan prima antara 1 – 200 sebagai integer (bilanganbulat). I, j, bil, nilai sebagai integer (bil. bulat). Write dan input nilai setelah itu read. Untuk i = 2 sampai nilai lalu I dianggap sebagai array Prima. Untuk j = 2 sampai I – 1 lalu bil = I mod j dan jika bil = 0 maka array Prima = “0” selesai. Jika array prima tidak kurang (<>) 0 maka akan tercetak dan selesai.

    Kesimpulan :
    Disini mencari array bilangan prima tetapi memakai patokan jadi jika missal diinput angka 10, pertama dia akan proses angka 1- 10 lalu dari angka itu akan di akumulasi mana yang termasuk prima dan mana yang bukan.

    • Array Nilai Konstan


    Hasil nya :

    Analisa nya :
    Array [1 - 4] sebagai integer = (7,10,21,20). Variable I sebagai integer (bilangan bulat). Untuk i = 1 sampai 4 lalu tercetak “Nilai” dan Array ke [1 – 4] = (7, 10, 21, 20).

    Kesimpulan :
    Program diatas adalah program Array sederhana, jadi semua sudah di setting jadi yang keluar pasti akan keluar 4 input yaitu nilai constant ke – n = hasil dari (7, 10, 21 dan 20). Jadi program array ini sudah kita atur agar hasilnya sesuai karena ada kondisi for juga yang membuat inputnya sesuai dengan “n” nya.



    SILOGISME

    0
  • Senin, 15 April 2013
  • Tugas Softskill


    Silogisme

    Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

    • Silogisme Alternatif
    Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.

    Contoh :
    Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
    Nenek Sumi berada di Bandung.
    Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.



    • Silogisme Kategorial
    Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

    Contoh:
    Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor) 
    Akasia adalah tumbuhan (premis minor). 
    Akasia membutuhkan air (Konklusi) .

    Semua hewan buas tinggal dihutan
    Singa adalah hewan buas
    Singa tinggal dihutan

    • Silogisme Hipotesis
    Silogisme hipotetis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotetis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris.

    Contoh :
    Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek.
    Hari ini cerah.
    Maka saya akan kerumah kakek.

    Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
    Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
    Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
    Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent

    • Entimen
    Di atas telah disinggung bahwa silogisme jarang sekali ditemukan di dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam tulisan pun, bentuk itu hampir tidak pernah digunakan. Bentuk yang biasa ditemukan dan dipakai ialah bentuk entimem. Entimem ini pada dasarnya adalah silogisme. Tetapi, di dalam entimem salah satu premisnya dihilangkan/tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

    Contoh :
    Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.

    Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.